Jualan Petai

Di jakarta sekitar 3 minggu tidak aku sia-siakan, banyak hal yang aku pelajari ketika aku hidup di kota besar seperti jakarta, roda perekonomian terasa berputar 24 jam dan tidak berhenti, hal yang aku pelajari di sana adalah berjualan petai , karena memang orangtua saya hanyalah seorang pedagang kecil di kawasan pasar minggu jakarta selatan, dari situ bagaimana saya bisa menghargai bagaima mendapatkan uang, di peroleh dengan penuh kerja keras.ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi saya ada banyak hal yang aku perhatikan , kebanyakan mereka para pedagang tidak berpendidikan tinggi, tapi mereka bisa mendapatkan penghasilan lebih dari seorang sarjana ataupun seorang s2 yang baru lulus terus berkerja atau mencari lowongan perkerjaan”. oke siapa sih yang tidak mengenal petai” pasti orang yang pertama belum pernah mencoba petai akan terasa jijik karena baunya yang lumayan tidak sedap, tapi saat mereka sudah merasakan pasti mereka akan ketagihan,pedagang petai di pasar minggu umumnya berkerja dari pukul 11 malam sampai jam 5 pagi , karena jam 11 malam sampai jam 5 pagi adalah jam dimana pasar grosir sayur di buka di pasar minggu, otomatis perkerjaan ini dilakukan pada saat orang-orang tertidur lelap, tapi aku bingung dengan jakarta , kayaknya kota jakarta ga penah tidur, ada aja orang yang jualan he he” kadang orang menganggap remeh denga petai tapi di balik itu banyak hasil yang didapatkan hanya dengan petai. uang berputar cepat dan untuk terus mendulang’ tidak salah lagi ada seorang grosis petai di pasar minggu bisa berpenghasilan lebih dari 3 juta perhari. suatu hal yang menajubkan semoga suatu saat bisa menjadi seperti mereka.

salam dari

krida prasetya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: