innovative entrepreneurship challange

kami dari komunitas e-learning punya tugas besar untuk mengikuti inovatif entrepreneurship challange yang di adakan oleh allumny career and employment center (ACEC) universitas muhammadiyah surakarta.

mungkin dari kompetisi ini kami akan banyak belajar arti dari sebuah perjuangan usaha, karena memang visi dan misi dari komunitas sendiri adalah dapat menghasikan lulusan2 yang berjiwa vertalistis yang mampu menghadapi tantangan persaingan bisnis di masa yang akan datang.

tugas berat telah menunggu kami dalam kompetisi kali ini, kemampuan dalam berbisnis dan perancanaan plan bisnis harus kami siapkan.secara garis bersar sistematika bisnis plan yang harus kami pelajari untuk ikut kompetisi kali ini adalah :

Business plan yang baik memiliki struktur dan penulisan yang terstruktur. Penulisan
terstruktur menjadikan business plan mudah dibaca, dipahami, dan dipelajari oleh orang-orang
yang berkepentingan (pelaksana, rekan usaha, investor, banker, dan sebagainya). Pada umumnya,
business plan dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu sebagai berikut:

Executive Summary

  • Perusahaan
  • Analisis Pasar
  • Pemasaran
  • Produksi / Operasi
  • Manajemen dan Organisasi
  • Keuangan

Seluruh bagian tersebut harus disusun sedemikian rupa, sehingga di dalam business plan
tersebut, antara bab yang satu dengan bab yang lain terdapat hubungan yang erat dan saling
mendukung, tidak terjadi hal-hal yang kontradiktif antara paparan yang satu dengan yang lain.
Executive Summary

Bagian ini merupakan bagian terpenting dalam business plan, karena bagian ini adalah
hal yang akan dilihat pertama kali oleh pihak luar saat melihat business plan. Oleh karena itu,
bagian ini harus dibuat secara menarik, menggambarkan hal-hal penting, dan seringkas mungkin,
sehingga pihak luar yang membaca executive summary dapat memperoleh gambaran tentang isi
business plan secara keseluruhan.
Ringkasan executive summary harus melingkupi esensi (intisari) dari tujuan kerja sama
bisnis Anda, dan dibuat sesingkat mungkin. Kepada siapapun nantinya business plan ini
dipersiapkan, apakah kepada pemilik modal, bank, ataupun atasan Anda, sudah merupakan
keharusan jika ringkasan ini dibuat dengan kualitas terbaik, mengingat mereka juga menerima
permohonan serupa dari pemohon yang lain. Anda perlu menyelesaikan dulu seluruh business
plan Anda, lalu membuat rangkumannya pada executive summary ini.
Mengingat tujuan Anda adalah untuk mempengaruhi dan memikat pembaca sehingga
menginginkan informasi yang lebih jauh, maka ringkasan Anda harus mengikuti elemen-elemen
berikut :

  • Tidak lebih dari dua halaman (harus singkat, sehingga Anda hanya memiliki waktu 5

menit untuk menceritakan bisnis Anda secara keseluruhan)

  • Menggambarkan keadaan perusahaan
  • Harus menumbuhkan kegairahan saat membacanya
  • Harus mampu mengomunikasikan bahwa konsep bisnis Anda memang berbeda dengan

pihak lain
Perlu menjadi perhatian bahwa betapa banyak business plan yang lalai mencantumkan nama
formal perusahaan, alamat perusahaan, maupun nama pemiliknya. Oleh sebab itu, semua hal
tersebut harus dipastikan telah tercantum dengan benar dan jelas. Alamat perusahaan sebaiknya
diletakkan pada cover business plan atau di tempat yang mudah terlihat. Jika penerima business
plan tidak dapat menghubungi atau mengontak Anda dalam satu atau dua kali, mereka akan
mengalihkan perhatian pada proposal lain.

Pada umumnya, isi dari executive summary adalah mencakup :

  • Visi dan Misi Perusahaan (Vision and Mission)
  • Visi adalah pernyataan yang menggambarkan kondisi ideal yang handal dicapai

perusahaan atau unit di masa depan. Biasanya memuat nilai-nilai, keyakinan, dan halhal
yang membedakannya dengan para pesaingnya.
Tahapan Penyusunan Visi
Salah satu metode penyusunan visi adala dengan menggunakan tahapan sebagai
berikut :
 Introduksi dan orientasi
 Mimpi individual
 Penyusunan daftar
 Pengelompokan
 Klarifikasi dan penghalusan (clarification and fine-tuning)

o Misi adalah pernyataan yang membatasi lingkup usaha yang akan dilakukan unit bisnis
saat ini dan di masa mendatang. Misi menjelaskan eksistensi unit bisnis; mengapa, untuk
siapa, bagaimana mereka ada (eksis), dan menggunakan teknologi apa.
Tahapan Penyusunan Misi
Salah satu metode penyusunan misi adalah dengan workshop, dan dengan tahapan
sebagai berikut :
 Introduksi dan orientasi
 Diskusi Kelompok
 Sesi Pleno
 Penyempurnaan
 Pengujian
 Tipe Bisnis (Type of Business) : What Business Are We In?

Bagian ini menjawab pertanyaan “Dalam bisnis apa sesungguhnya saya ini?”. Jawaban atas
pertanyaan tersebut merupakan keputusan terpenting yang harus dibuat.
 Tujuan Finansial (Financial Objectives)
Menetapkan dengan jelas tujuan penjualan dan keuntungan, serta menggarisbawahi
bagaimana cara mencapai tujuan tersebut.
 Gambaran Kinerja Operasi (Operating Performance Highlights)
Memberikan gambaran kinerja saat ini (existing) dari operasi perusahaan, sehingga dapat
menjelaskan tujuan perusahaan Anda secara visual. Gambaran tersebut sebaiknya mencakup
hal-hal seperti Net Income, Gross Profit, dan Net Sales.
 Management Overviews
Telah menjadi anggapan bahwa kunci terbesar untuk memperoleh kesuksesan dalam suatu
bisnis bergantung pada siapa orang-orang yang menjalankannya. Karena itu, perlu
disebutkan manajer-manajer ahli yang terlibat di dalam bisnis, serta penjelasan tentang
alasan orang-orang tersebut menjadi kunci keberhasilan bisnis.
 Persaingan dari Produk / Jasa (Product / Service and Competition)
Menjelaskan produk (barang atau jasa) yang ditawarkan dan alasan mengapa produk tersebut
dianggap sebagai sesuatu yang berbeda dengan yang lain. Namun, jika produk tersebut

sebenarnya tidak berbeda dengan yang lain, perlu dijelsakan pula bagaimana produk
tersebut dapat menjadi sukses daripada yang lain.
 Dana yang dibutuhkan (Funds Requested)*)
Menjelaskan kepada pembaca business plan bagaimana pengalokasian dana yang dibutuhkan,
bagaimana proporsi dari modalnya, serta dari mana sumber pendapatannya.
Jika business plan ini ditulis dengan tujuan untuk mencari investor maka permintaan
sejumlah dana tersebut harus disusun secara spesifik, menentukan jumlah dana, alasan
mengapa diperlukan sejumlah dana tersebut, serta menyebutkan apakah tambahan dana
tersebut dalam bentuk pinjaman atau saham.
Kebijakan-kebijakan dari lembaga keuangan yang akan dikirimi business plan tersebut juga
penting untuk diketahui, apakah lembaga tersebut memberi dana dalam bentuk saham atau
hanya sebagai utang saja. Karena ada beberapa jenis lembaga pendanaan yang berbeda. Ada
yang menginginkan dalam bentuk penjaman atau ikut serta dalan saham perusahaan.
*) optional

untuk lebih lengkap silahkah download artikel disini

sistematika_penulisan_bp_-_iec3

salam dari

krida prasetya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: