profesional menjadi entrepreneur

Tim riset dari majalah swa, mengatakan bahwa keinginan para profesional/eksekutif untuk terjun ke dunia bisnis atau entrepreneur sangat tinggi, dalam survei tersebut 31,03% memiliki posisi direktur utama, sedangkan yang lainya memiliki jabatan manajer senior ke atas. dalam survei tersebut pendapatan perbulan rata-rata para profesional adalah 10-30 juta sekitar 48,15%. dan 25,93% para profesional diatas memiliki gaji lebih dari 50 juta.dalam survei tersebut ketika di tanya rencana usaha , mereka menjawab 100% , 90 % menjawab akan melakukan bisnis setelah umur lebih 45 tahun dan 10% menjawab akan menjalankan bisnis dibawah 40 tahun.

dalam tulisan tersebut juga mensurvei bahwa para profesional senior mengatakan untuk melakukan bisnis atau terjun ke dunia entrepreneur selain skill dan juga pengetahuan yang luas, mereka juga memperhitungkan faktor jejaring bisnis dan juga mental,

betapa suatu kebanggaan ketika kita masih muda berani terjun ke dunia bisnis,dan kebanggan pula ketika sudah tua terjun kedunia bisnis, dan itu semua adalah pilihan hidup,semua itu tidak bisa di paksakan, ketika kita berumur 25 tahun terjun ke dunia bisnis bearti kita harus berkerja keras, karena jejaring kita yang sangat minim, skill dan juga pengetahuaan yang minim juga, tapi untung saja kita bisa di beri semangat, kita masih bisa memperjuangkan idealisme kita sebagai pengusaha 30-40 tahun ke depan, tapi ketika kita mulai bisnis di usia senja, jejaring yang luas mungkin sudah kita dapat,skil dan pengetahuan dalam dunia profesional dah kita dapat, modal juga tebal. tapi sayang kita hanya bisa berkarya 10-15 tahun dalam perjalanan bisnis kita sendiri.ketika para profesioanl terjun ke dunia bisnis maka itu adalah suatu kebanggaan karena sudah berapa tenaga kerja terserap, di ibaratkan jika 100 profesional senior terjun ke dunia bisnis, dan mendirikan usaha dan setiap dari mereka memiliki 1000 karyawan , bearti mereka sudah 100.000 perkerjaan baru bagi para pencari kerja,minimnya jiwa usaha yang di milik bangsa ini sehingga hanya memiliki 0,18% pengusaha dari jumlah penduduk, padahal untuk di sebut negara maju harus memiliki 2 % pengusaha dari jumlah penduduk, singapura saja memilik 7% dan amerika 11%, walah saya hanya bisa berfikir kapan saya bisa jadi pengusaha, dengan banyaknya himpitan ekonomi dan juga sifat budaya bangsa ini yang suka di layani, sangat sulit untuk bisa eksis menjadi pengusaha di negeri tercinta ini, hanya orang-orang yang memiliki mental baja lah yang bisa terjun ke dunia entrepreneur, dari mahasiswa menjadi entrepreneur atau dari mahasiswa menjadi profesional menjadi entrepreneur, itu semua adalah pilihan hidup dan kita bisa melihat pilihan kita saat ini benar atau salah 40-50 tahun kedepan.

salam dari krida prasetya

Comments
5 Responses to “profesional menjadi entrepreneur”
  1. arylangga mengatakan:

    apa yang anda ceritakan adalah hal yang benar ..dan saya pikir hal itu bagian dari perubahan paradigma…

  2. krida mengatakan:

    arylangga# saya sendiri tidak memedakan antara profesioanal dan juga entrepreneur , tapi memang entreprenuer dituntut bisa menjadi leader yang baik sedangakan profesional bisa menjalankan tugasnya dengan baik juga, saat di kampus dulu saya juga berusaha menjadi profesional yang baik, baik dalam organisasi ataupun dalam kuliah saya,dan pada akhirnya saya bisa belajar bagaimana menjadi entrepreneur yang profesional, dan orang2 seperti inilah yang di butuhkan bangsa ini mungkin 10-20 tahun kedepan.

  3. Chandra Jatnika mengatakan:

    Saat ini saya masih bekerja double, kantoran dan enterpreneur, alasan kenapa saya bekerja kantor selain menabung untuk modal usaha juga untuk mencari pengalaman di bidang bisnis, satu demi satu manager saya coba dekati untuk mencuri ilmu bisnis mereka yang di kemudian hari ilmu itu saya mix menjadi bisnis saya sendiri. Intinya sebagian besar orang ingin menjadi pribadi yang freedom dan banyak cara untuk mencapai ke tahap itu. Semua kembali ke cara seseorang memaknai kehidupannya.

  4. krida mengatakan:

    tidak ada yang menyalahkan kok kita dalam berprofesi”,apa pun profesi kita , harus kita jalani dengan sepenuh hati,orang yang belajar bertahun2 dalam berbisnis saja belum tentu dia bisa sukses, apa lagi orang yang tidak mau belajar…

  5. Chandra Jatnika mengatakan:

    Betul sekali, hidup kita adalah hidup kita, terserah orang lain mau bilang apa, selama tidak merugikan orang lain berarti jalan hidup yang kita tempuh termasuk jalan yang benar. Belum tentu semua enterpreneur sukses, karena semua kembali pada faktor self motivation untuk maju, kalau faktor tersebut tidak ada, maka berprofesi seperti apapun dia, dia tidak akan mencapai titik kesuksesan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: