entrepreneur dan profesioanal dan versatilis

sebelumnya saya ingin menjelaskan dan mungkin tulisan saya ini banyak salahnya,  titik,koma nya aja kadang ga teratur.namanya juga baru belajar menulis he he,ini cuma luapan pola pikir saya, kadang bisa benar dan kadang juga bisa salah

yang terjatuh  sebenarnya adalah seorang entrepreneur yang baru melakukan proses dalam perjalanan bisnisnya, mungkin dia di rugikan secara finansial di karenakan usahanya mengalami kerugian.tapi saya kagum dengan semangat mereka yang terus membara, walaupun palaning yang dia harapkan tidak sesuai dengan rencana awal.dan disinilah perbedaan antara seorang entrepreneur dan bukan entrepreneur, perbedaanya terletak pada aksi mereka,seorang entrpreneur cenderung akan melakukan langkah2 nyata untuk bisa mewujudkan planing dan rencana bisnis dia, tapi orang yang kurang memiliki jiwa entrepreneur cenderung menunggu dan menunggu tanpa melakukan aksi, tapi yang di pikiran mereka cenderung hanya kepada planing dan rencana,padahal agar kita menjadi sukses dalam berbisnis, kita di tuntut untuk menjalani proses tersebut, selain untuk menguji planing dan rencana bisnis kita, tapi juga cenderung akan membantu kita untuk mengetahui secara lebih detail apa itu bisnis dan menjalankan bisnis, dan di saat itulah pembentukan karakter dan pola pikir di mulai,karena jika kita menjadi entrepreneur / pebisnis, kita akan melihat perbedaan yang sangat mencolok. sebagai karyawan di akhir bulan kita hanya di tuntut berfikir tentang pekerjaan kita, dan juga jumlah gaji 1 bulan – pengeluaran 1 bulan, tapi sebagai pebisnis setiap bulan, setiap minggu, setiap hari bahkan setiap detik. mereka selalu berfikir tentang bisnis mereka, berfikir apakah jumlah pemasukan dan pengeluaran seimbang, berfikir untuk melakukan expansi , peningkatan kualitas produk/jasa, berfikir tentang investor,karyawan, keuangan , produksi yang jelas di setiap pola pikir mereka bagai mana bisa meningkatkan kinerja. sehingga di akhir bulan atau akhir piriode dia bisa melihat peningkatan aset dan investasi dia. apa lagi jika di akhir periode kita mengalami ke gagalan atau kebangkrutan, itu adalah hal yang sangat menyedihkan dan juga hal yang sangat menantang bagi seorang entrepreneur, menyedihkan karena dia harus menanggung resiko planing dia, menantang karena dia harus berfikir untuk bisa lebih baik dari hari kemarin,sebagai karyawan saya cenderung melakukan pekerjaan dengan baik( walaupun saya merasa banyak tekanan-tekanan dari pekerjaan saya, di kejar dedline, tugas yang menumpuk dan masih banyak lagi tugas yang harus di rencanakan maupun di selesaikan)dari sisi tekanan perkerjaan sih sama saja antara entrepreneur dan juga karyawan, tapi yang membedakan adalah di sisi tanggung jawab, jika kita sebagai karyawan resikko terbesar adalah di pecat dari perusahaan kita, tetapi sebagi entrepreneur resiko terbesar adalah di saat kita mengalami kerugian, tidak hanya finansial kita yang rugi tapi juga intregritas.terus apa yang harus kita lakukan sebagai karyawan yang profesional atau sebagai entrepreneur yang handal,dua pilihan yang sangat membingunkan, jika anda ingin nyaman sebagai karyawan dan juga pingin berkembang seperti entrepreneur sebenarnya segala sesuatunya dimulai dari diri anda sendiri,maka jadi lah anda seorang versatilis (versatilist), yang mampu mengkombinasikan kompetensi dan keahlian teknis, dengan pengalaman bisnis dan kemampuan memberikan solusi komprehensif.

kenapa harus versatilis, ini di karenakan dunia yang sangat berkembang di masa depan kemungkinan untuk bersaing kita harus memiliki keahlihan dan juga pengalaman bisnis,saya sendiri sih kurang paham dengan pengartian versatilis tapi yang jelas.dengan meningkatnya persaingan bisnis seiring dengan semakin kompleksnya perkembangan Teknologi Informasi sendiri. TI semakin dibutuhkan untuk memecahkan permasalahan di berbagai bidang, diperlukan solusi multidisiplin, multiplatform dan sesuai dengan konteks permasalahan yang dihadapi. Disinilah Gartner menyebut istilah “IT versatilist”, yaitu orang-orang yang memiliki pengalaman, kemampuan menjalankan berbagai tugas yang beragam dan multidisiplin (versatile), dimana semua itu untuk menciptakan suatu pengetahuan (baru), kompetensi dan keterkaitan (context) yang kaya dan padu guna mendorong peningkatan nilai bisnis.

yang jelas untuk persaingan kedepan , selain kita memiliki skill atau profesional kita juga harus memiliki jiwa pengembangan diri atau entrepreneur untuk bisa menjadi yang terbaik di masa yang akan datang walaupun saya hanya bisa bilan profesinalisme dan juga entrepreneur tidak akan berhasil tanpa di barengi dengan kejujuran, dan kejujuran inilah sebenarnya kunci utama yanga akan bisa mengantarkan kita ke gerbang keberhasilan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: