Perencanaan Database

Mau Belajar database Mysql Di www.visitechsolo.com

Perencanaan Database
Data yang terorganisir dengan baik dapat menghasilkan Informasi, pengorganisasian data untuk mencegah terjadinya duplikasi yang tidak diperlukan. Data yang terorganisasi dan saling berkaitan antara satu sama lainnya merupakan Basis data (database). Sedangkan untuk mengelola dan mengorganisasikan database yang dibangun dalam suatu Sistem dibutuhkan suatu pengelolaan database yang di sebut dengan sistem manajemen basis data (Database management system – DBMS).
DBMS merupakan software yang akan menentukan bagaimana data diorganisasikan, disimpan, diubah, diambil kembali, pengaturan mekanisme pengamanan data, mekanisme pemakaian data secara bersama.
Database telah mengalami perkembangan sejalan dengan penelitian-penelitian para ahli, ada beberapa model database :
  1. Hierarchical database
Adalah merupakan kumpulan record yang dihubungkan satu sama lain yang membentuk struktur pohon
  1. Network Database
Database yang terbentuk dari sekumpulan record yang membentuk relasi dalam bentuk ring
  1. Relational Database
Berisi kumpulan tabel, dimana setiap tabel mempunyai nama dan struktur yang unik. Dalam setiap tabel, masing-masing record data diorganisasikan dalam struktur yang sama dan memiliki field kunci yang akan menjadi penghubung antara satu dengan lainnya
  1. Web Warehause
Data warehouse (gudang data) merupakan sebuah database dengan peralatan pembuatan laporan dan query yang menyimpan data kini dan data historis secara terpusat,biasanya digunakan untuk menyajikan laporan dan melakukan analisis guna mendukung pengambilan keputusan manajerial.
Langkah-langkah yang harus di penuhi dalam perancangan database adalah sebagai berikut :
a. Studi Kelayakan
Dalam merancang database studi kelayakan adalah langkah pertama yang harus dilakukan untuk mendapatkan informasi yang tepat sehingga dapat diterapkan dalam sebuah basisdata. Studi kelayakan akan menghasilkan data mentah dalam pembuatan basisdata. Dalam studi kelayakan ini digunakan untuk menginventaris kebutuhan dasar yang harus dipenuhi agar tidak menggangu proses pengembangan sistem yang telah direncanakan.
Sesuai dengan database yang dikembangankan pada soal nomor satu yaitu Pengembangan database Program Perbaikan Gizi pada Puskesmas maka pada langkah ini informasi yang akan perlu diketahui adalah sebagai berikut :
– Data-data apa saja yang dikumpulkan dan diolah yang berhubungan dengan program gizi
– Masalah apa yang ditemui dalam pengolahan data
– Apakah di Program Gizi mempunyai Komputer
– Dalam pengolahan data sekarang sudah menggunakan software.
b. Rencana Pendahuluan.
Langkah ini merupakan langkah yang menentukan lingkup sistem yang diakan di bangun. Pada tahap ini akan dibuat diagram alir data yaitu DFD (Data Flow Diagram). Bentuk DFD digunakan untuk mendokumentasikan proses berjalannya sistem yang sedang dibangun, termasuk entitas sumber-sumber masukan dan hasilnya atau keluaran. Fungsi DFD untuk menggambarkan secara rinci mengenai sistem sebagai jaringan kerja antara fungsi yang berhubungan satu sama lain dengan menunjukan dari dan dan kemana data mengalir serta penyimpanannya.
c. Menganalisa Sistem
Pada langkah ini dilakukan analisa data yang dibutuhkan, Penganalisaan ini dapat dilakukan secara langsung, yaitu dengan mendatangi langsung tempat atau objek yang dijadikan sistem implementasi.
Proses analisa ini dapat dilakukan melalui wawancara atau dengan mencari data pada objek tujuan sehingga validasi data tercapai. Data-data yangyang valid tersebut siap diimplentasikan kedalan sistem database
d. Merancang Sistem
Perancangan sistem yang dimaksud adalah memisahkan data mentah menjadi kelompok data yang bisa disebut tabel. Dengan mengimplentasikannya kedalam sistem yang terdistribusi dalam bentuk database akan mempermudah melakukan tindakan lebih lanjut dalam implementasi. Perancangan sistem ini akan menghasilkan penggambaran dengan bentuk yang lebih jelas dan terkelompok yan di sebut Tabel.
Setiap tabel pada intinya berfungsi untuk menyimpan suatu informasi data. Tabel yang dibuat harus memenuhi kriteria untuk mempermudah pengolahan data seperti memasukan data (Insert), Peremajaan data dari data lama menjadi data baru (Update), dan Proses Menghilangkan atau menghapus data (Delete)
Disamping itu kriteria diatas ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan tabel antara lain :
– Tidak boleh ada baris data atau record yang sama pada tabel
– Setiap tabel harus memiliki nama yang menjadi wakil dari seluruh atribut/field didalamnya. Atribut yang menjadi wakil tidak boleh kembar
– Tabel yang dibuat merupakan hasil analisa akhir sehingga semua atribut bernilai tunggal dan tidak dapat dipecah lagi menjadi field terkecil.
Berikut ini adalah contoh DB Puskesmas dengan Tabel-tabel beserta Penjelasan hubungannya :
– Tabel Kepala Keluarga
Id KK
Nama KK
Tempat Lahir
Tanggal Lahir
Sex
pekerjaan
Pendidikan
Alamat
Gakin
Penjelasan Tabel diatas adalah sebagai berikut :
    1. id_kk sebagai Primary Key yaitu data Integral 10 digit
    2. nama_kk berisi Nama Kepala Kelurga
    3. Tempat_lahir tempat dari Kepala Keluarga
    4. Tgl_lahir :Tanggal lahir dari Kepala Keluarga
    5. Sex berisi kategori laki-laki dan perempuan dari Kepala Keluarga
    6. Pekerjaan adalah pekerjaan dari kepala keluarga yang berisi kategori PNS, Swasta, Petani, Pedagang, Nelayan, Buruh,Tidak bekerja
    7. Pendidikan adalah Tingkat Pendidikan kepala keluarga berisi kategori PT, Akademi, SMU,SMP,SD,Tidak Sekolah
    8. Alamat adalah Alamat Kepala Keluarga
    9. GAKIN berisi kategori : ya dan Tidak
– Tabel Data Anggota Keluarga
Id Anggota KK
Id KK
Nama
Tempat Lahir
Tanggal Lahir
Sex
Hubungan
pekerjaan
Pendidikan
Penjelasan Tabel diatas adalah sebagai berikut :
    1. id_Anggota_kk sebagai Primary Key dari table Anggota_kk yaitu data Integral 10 digit
    2. id_kk adalah current key dari Tabel data_kk
    3. Nama : nama anggota Keluarga
    4. Tempat_lahir adalah Tempat Lahir dari anggota Keluarga
    5. Tgl_lahir adalah Tanggal Lahir dari anggota Keluarga
    6. Sex adalah Jenis Kelamin dari anggota keluarg yang berisi kategori laki-laki dan perempuan
    7. Hubungan adalah hubungan dari anggota keluarga dengan kepala keluarga yang berisi kategori : Isteri, Anak, Orang Tua, Saudara Kandung, dll
    8. Pekerjaan adalah Pekerjaan dari anggota keluarga berisi kategori PNS, Swasta, Petani, Pedagang, Nelayan, Buruh,Tidak bekerja
    9. Pendidikan adalah Pendidikan dari anggota Keluarga berisi kategori Sarjana,Diploma, SMU,SMP,SD,Tidak Sekolah
– Tabel Data Balita
Id Balita
Id Anggota KK
BB Wkt Lahir
TB Wkt Lahir
KMS Balita
ASI Ekslusif
Penjelasan Tabel diatas adalah sebagai berikut :
a. id_Balita sebagai Primary Key dari table Balita yaitu data Integral 10 digit
b. id_Anggota_kk adalah current key dari Tabel Angggota_kk
c. BB_wkt_lhr : adalah berat badan Balita Waktu Lahir
d. PB_wkt_lhr : adalah Panjang badan Balita Waktu Lahir
e. KMS_Balita adalah Kepemilikan Kartu Menuju Sehat, yang berisi kategori Ya dan Tidak
f. Asi_eks adalah Pemberian ASI 0 s/d 6 Bulan tanpa makanan pendamping, yang berisi kategori Ya dan Tidak
3. Pada waktu merancang database, seringkali para calon pengguna menanyakan relevansi database tersebut bagi proses pengambilan keputusan di organisasi mereka. Bagaimana anda bisa meyakinkan bahwa database yang anda rancang dapat memenuhi kebutuhan mereka? Informasi potensial apa saja yang dapat dihasilkan dari desain yang telah anda rancang? Bagaimana informasi tersebut mendukung dan terkait dengan konsep yang anda tawarkan.
Untuk bisa meyakinkan bahwa database yang dirancang itu memenuhi kebutuhan maka dalam dalam perancangan database memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. Perancangan berbasis pemakai
Perancangan database berbasis pemakai yaitu rancangan sistem harus berdasarkan kebutuhan pemakai, hal ini bisa dilaksanakan pada tahapan analisa sistem yaitu menggali kebutuhan dari pemakai
b. Perancangan secara iteratif
Disamping berbasis kebutuhan pemakai dalam hal perancangan pengujian dan pengukuran database melibatkan pemakai, hal ini dilakukan untuk agar database yang dirancang benar-benar merupakan kebutuhan pemakai.
Berikut ini akan dijelaskan Informasi potensial yang dapat dihasilkan pada rancangan database hubungannya dengan konsep dasar pembuatan database yaitu untuk mempermudah dalam hal pengambilan keputusan
Contoh Perancangan DB pada puskesmas:
  1. Jumlah Penduduk di wilayah puskesmas berdasarkan Jenis Kelamin, Tingkat pendidikan, pekerjaan
  2. Jumlah Keluarga Miskin di wilayah puskemas, informasi ini dapat membantu pemerintah dalam perncanaan kegiatan pengentasan kemiskinan dan dalam penyaluran bantuan bagi keluarga miskin
  3. Persentase Jumlah Balita yang lahir dengan berat badan waktu lahir rendah, Tingginya Balita lahir dengan berat badan rendah menggambarkan status gizi ibu sewaktu mengandung, sehingga perlu peningkatan intervensi kegiatan yang diarahkan pada ibu hamil, disamping itu informasi bayi lahir dengan berat badan rendah segera melakukan pemberian makanan tambahan agar tidak menjadi balita gizi buruk.
  4. Jumlah balita gizi buruk, Gizi Kurang, dan gizi baik, informasi ini dapat digunakan untuk merencanakan penanggulangan gizi buruk
  5. Jumlah balita dalam suatu wilayah yang telah mendapatkan vitamin A.
  6. Dan beberapa informasi tentang Program Gizi di wilayah Puskemas tersebut, semua itu dapat dilakukan untuk Perencanaan Kegiatan.
4. Teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) terus berkembang dengan pesat. Apa yang dapat anda sarankan kepada organisasi anda dalam memilih, menggunakan dan memelihara investasi TIK yang menjamin keberlangsungan, aksebilitas, kemanfaatan serta keamanan Sistem Manajemen Basisdata yang ditawarkan.
Saran saya kepada organisasi dalam memilih, menggunakan dan memelihara investasi TIK yang menjamin keberlangsungan, kemanfaatan serta keamanan Sistem Manajemen Basisdata adalah sebagai berikut :
a. Dalam Pemilihan Sofware database memilih sofware yang opensource, yaitu program yang free atau bebas digunakan oleh siapa saja tanpa harus membeli dan membayar lisensi kepada pembuatnya
b. Software database merupakan database server, yang dapat memungkinkan dapat diakses bersama, atau dapat dihubungkan dengan media internet
c. Software database dapat menyimpan data berkapasitas sangat besar sampai dengan ukuran Gigabyte.
d. Software database memiliki enskripsi password, sehingga tidak semua dapat mengaskesnya.
e. Sofware database yang multi user, artinya database ini tidak hanya digunakan oleh sepihak orang akan tetapi merupakan database yang dapat digunakan oleh banyak pengguna.
f. Software database yang memiliki kecepatan dalam pembuatan tabel maupun peng-update-an tabel
DAFTAR PUSTAKA
Budi Sutedjo Dharma Oetomo, S.Kom.,MM. Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi. Penerbit Andi Yogyakarta, 2002
Bunafit Nugroho, Database Relasional dengan MySQL. Penerbit Andi Yogyakarta, 2004
Hari Kusnanto, Data Warehousing.(Materi Kuliah Manajemen Data Base Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Tahun 2006)
Harmin Prasetyo, Database Manajemen System MySQL. (Modul Kuliah Aplikasi Komputer 2006)

Perencanaan Database

Dalam perencanaan database dapat digunakan berbagai macam DBMS (Database Management System) seperti MS Access, SQL Server,MY SQL dsb. Dengan DBMS tersebut dapat dibuat program aplikasi basis data yang dapat digunakan untuk merancang, membuat, dan mengelola database. Pada perencanaan database dibuat terlebih dulu struktur basis data dengan membuat field-field untuk beberapa tabel yang diperlukan menggunakan DBMS, sedangkan pembuatan form dapat

menggunakan software bahasa pemrograman seperti Visual Basic/Visual.Net, Delphi, atau pada beberapa DBMS sudah tersedia fitur untuk membuat program aplikasi secara langsung dari DBMS-nya yang digunakan untuk pengaksesan databasenya.

Dalam perencanaan database, langkah-langkah kerjanya dapat mengacu pada suatu konsep pengembangan database. Salah satu konsep pengembangan database tersebut ialah Database System Development Life Cycle (DSDLC).

Langkah-langkah kerjanya sendiri terdiri dari:

1. Database Planning => Pada tahap awal ini yang dipikirkan adalah tentang bagaimana data-data dikoleksi, cara-cara menampilkan data, dokumentasi dan implementasinya pada saat database tersebut sudah siap dipakai.

2. System Definition => Disini ditetapkan aturan-aturan yang berkaitan dengan hasil planning yang mencakup hal-hal seperti SDM,Marketing dsb.

3. Requierment Collection & Analysis => Pada langkah ini dilakukan pembatasan data yang dibutuhkan, serta pendukung database agar dapat didokumentasikan.

4. Database Design => Langkah untuk menentukan data model yang mencakup tabel (atribut dan domain), view, relationship, dan rule

5. DBMS Selection => tahap ini bersifat opsional artinya dalam hal penentuan DBMS mana yang akan digunakan sangat bergantung dari kasus yang dihadapi, contoh jika ada kasus pembuatan database untuk kasus praktek dokter yang hanya membutuhkan dua entitas yaitu dokter dan pasien dengan asumsi pada setiap bulannya akan didapat rata-rata pasien berjumlah 500-600 orang, maka DBMS yang digunakan tidak harus menggunakan DBMS yang memerlukan konfigurasi rumit seperti SQL Server, Oracle dsb namun cukup dengan DBMS yang sederhana seperti MS Access.

6. Application Design

7. Prototyping => Hal yang harus diperhatikan dari prototyping adalah masalah integritas data

8. Implementation => Prinsip yang harus digunakan dalam hal implementasi adalah pada saat dipresentasikan harus mudah dipahami atau Diagrammatic Presentation

9. Data Convertion dan Loading => Dalam hal data convertion yang harus dipikirkan adalah ketika mengonversi data dari sistem database lama ke yang baru apakah data tersebut tidak akan rusak atau corrupt.

10 Testing => Tahap pengujian

11 Maintenance => Pemeliharaan database setelah digunakan

Permasalahan Dalam Pengembangan Database System:

1. Flexibilitas Sistem

2. Kebutuhan user => terkait kelengkapan fitur yang diinginkan oleh user

3. Perbaikan terhadap kerusakan-kerusakan yang terjadi


Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.

(perencanaan database) Nama :Teguh Akbar NPM:0606006

Nama : Teguh Akbar
NPM : 0606006

PERENCANAAN DATABASE
Merancang Database merupakan suatu hal yang sangat penting. Kesulitan utama dalam merancang database adalah bagaimana merancang sehingga database dapat memuaskan keperluan saat ini dan masa mendatang perancangan model konseptual perlu dilakukan di samping perancangan model phisik. Pada perancangan konseptual akan menunjukkan entity dan relasinya berdasarkan proses yang diinginkan oleh organisasi. Ketika menentukan entity dan relasinya dibutuhkan analisis data tentang informasi yang ada dalam spesifikasi di masa mendatang.
Pada pendekatan model konseptual, beberapa konsep pendekatan relational digunakan, namun tidakberarti konsep ini nantinya diimplementasikan ke model relational saja tetapi dapat juga dipakai pada model hierarchical dan model network.
Merancang Model Konseptual Database
Tugas database administrator adalah merancang model konseptual database. Model konseptual bukanlah pendekatan proses informasi seorang programmer aplikasi, tetapi merupakan kombinasi beberapa cara untuk memproses data untuk beberapa aplikasi. Model konseptual tidak tergantung pada aplikasi individual, tidak tergantung pada DBMS yang digunakan, tidak tergantung pada hardware yang digunakan serta tidak juga tergantung pada phisikal model. Pada perancangan model konseptual penekanan tinjauan dilakukan pada struktur data dan relasi antara file. Tidaklah perlu dipikirkan tentang terapan dan operasi yang akan dilakukan pada database.
Pendekatan yang dilakukan pada perancangan model konseptual adalah dengan menggunakan model data relational, yaitu dengan Teknik normalisasi.
Proses normalisasi merupakan proses pengelompokan data elemen menjadi table-tabel yang menunjukan entity dan relasinya. Pada proses normalisasi selalu diuji pada beberapa kondisi. Apakah ada kesulitan pada saat menambah, menghapus, mengubah, membaca pada suatu database. Bila ada kesulitan pada pengujian tersebut maka relasi tersebut dipecahkan pada beberapa table lagi atau dengan kata lain perancangan belumlah mendapat database yang optimal. Dalam teknik normalisasi terdapat tiga bentuk normalisasi. Bentuk normal kesatu mempunyai ciri yaitu setiap data dibentuk dalam flat file, data dibentuk dalam satu record demi satu record dan nilai dari field-field berupa “atomic value”. Tidak ada set attribute yang berulang-ulang atau attribute yang bernilai ganda(multivalue). Bentuk normal kedua mempunyai syarat yaitu bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal kesatu. Attribute bukan kunci haruslah bergantung secara fungsi pada kunci utama/primary key, sehingga untuk membentuk normal kedua haruslah sudah ditentukan kunci-kunci field. Kunci field haruslah unik dan dapat mewakili attribute lain yang menjadi anggotanya. Untuk menjadi bentuk normal ketiga maka relasi haruslah dalam bentuk normal kedua dan semua attribute bukan primer tidak punya hubungan yang transitif. Dengan kata lain, setiap attribute bukan kunci haruslah bergantung hanya pada primary key dan pada primary key secara menyeluruh.
Langkah-langkah perancangan
Perancangan database dimulai dari data dictionary (kamus data), yang merupakan daftar semua elemen/field. Kamus data diperoleh pada saat analisis dengan diagram arus data (data flow diagram). Pada perancangan ini dibuat dengan sekaligus contoh yaitu pada permasalahan komputerisasi karyawan yang mengerjakan proyek-proyek pada suatu perusahaan. Karena prinsip dari database adalah integritas (menyatu), maka antara suatu file dengan file yang lain (table dengan table lain) harus saling berhubungan/table relationship. Perencanaan database selanjutnya adalah model data logika. Model data logika (logical data modeling) adalah satu teknik untuk menjelaskan dengan baik struktur informasi bisnis dan aturan-aturan sebagai masukan pada proses perancangan database.
Jantung dari model data logika adalah penghargaan atau pengertian dari data sebagai sumber yang sangat bernilai bagi satu organisasi bisnis. Model data logika adalah satu philosofi atau teknik untuk mengenal dan mendokumentasikan kenyataan tentang keberadaan data bisnis, kebebasan bagaimana mereka dibaca dan dimasuki, siapa yang memakainya dan bagaimana keadaan pengkomputerisasiannya. Langkah-langkah dalam model data logika ditunjukkan dalam satu set criteria untuk mendapatkan model data logika yang paling optimal adalah sebagai berikut :
a) Kebenaran struktur : konsisten dengan jalur definisi bisnis dan informasi organisasi
b) Kemudahan : mudah untuk dimengerti oleh orang yang tidak punya pendidikan khusus atau pemakai system yang bukan professional di computer
c) Tidak redudansi : tidak mempunyai informasi yang berlebihan ditulis berkali-kali usahakan untuk satu potong infomrasi hanyalah disimpan benar-benar di satu tempat, tidak dibeberapa tempat.
d) Data dipakai bersama (sharability) : kondisi data tidak sangat specific dan hanya dapat dibaca oleh satu dua aplikasi atau teknologi, namun diharapkah dapat diaccess oleh beberapa aplikasi dan teknologi.
e) Mudah dikembangkan (extensibility) : mampu untuk menerima kebutuhan baru dengan akibat yang ringan terhadap perubahan data dasarnya
f) Kesatuan (integrity) : konsistensi denga jalur bisnis yang digunaian dan pegngelolaan informasi
Langkah-langkah perancangan database dapat dirangkum untuk mempermudah pengertian sebagai berikut :
  1. membangun kerangka pandang pemakai
membangun model data logika dengan menguji satu aktivitas atas fungsi bisnis pada satu waktu. Model atau representasi dari kebutuhan informasi oleh satu fungsi bisnis diketahui oleh pandangan pemakai (user view). Sebagai perancang model, mendefinisikan batasan dari setiap pandangan pemakai. Proses pengembangan dari pandangan pemakai ini sangat tinggi interaksinya pada kondisi awal. Pekerjaan dilakukan oleh satu atau banyak pemakai untuk mendefinisikan elemen-elemen yang penting.
Secara specific maka perancangan dan pemakai melakukan :
-) mengidentifikasikan entity (kenyataan) yang utama merupakan step awal
-) menentukan hubungan (relationship) antar entity
penamaan dan mendenfinisikan entity-entity dan hubungan (relationship), kemudian dokumentasikan mereka dalam satu kamus data (data dictionary). Dapat juga diklasifikasikan dari berbagai macam tipe entity dan relationship lalu menggambarkan tentang kepentingan kebutuhan data dan hubungannya (relationship)
  1. penambahan kunci pada pandangan pemakai
proses dilanjutkan dengan menambahkan kunci lebih rinci dari informasi dan kunci utama, dan juga tipe-tipe dari aturan bisnis. Secara specific maka perancang dan pemakai melakukan :
-) Menentukan kunci primer dan kunci alternative
-) Menentukan kunci tamu (foreign key)
-) Menentukan kunci aturan bisnis (aturan itu untuk melihat akibat dari penyisipan, penghapusan, dan pembaharuan operasi pada relationship
  1. tambahkan rincian pada pandangan pemakai
Setelah menambahkan kunci attribute maka lakukanlah :
-) Penambahan attribute bukan kunci yang masih sisa
Atribute bukan kunci adalah rincian diskriptif dimana secara alami bersekutu dengan entity. Sekutukanlah setiap attribute dengan entity yang mempunyai kunci primer dimana attribute tersebut butuh untuk didefinisikan
  1. validdasikan pandangan pemakai pada normalisasi
step pada model data logika selanjutnya, mengandalkan pada proses intutif untuk menyekutukan atribut pada entity. Pada perancangan model data logic, pengujian dilakukan dengan melihat lebih terstruktur memakai teknik yang lebih formal yaitu dengan cara validasikan aturan normalisasi. Secara khusus, normalisasi meningkatkan kepastian pencapaian model data logika yang optimal. Prinsip normalisasi adalah pengujian setiap entity dan persekutuan attribute terhadap reundansi dan inkonsistensi. Bila masih terjadi redundansi dan inkonsistensi maka masih ada kesalahan penempatan attribute atau sekutu attribute tersebut. Mengeliminasi masalah ini tentu menempatkan kembali attribute yang salah tersebut pada tempat yang seharusnya. Hasil dari step ini adalah satu model data yang secara struktur punya konsistensi yang tinggi.
  1. menentukan attribute tambahan aturan bisnis
normalisasi juga tidak secara penuh memuat aturan bisnis. Bagian ini haruslah menjadi bagian dari model data logika untuk meyakinkan tidak hanya struktur data namun juga nilai kebenaran data yang merefleksikan operasi bisnis. Setiap tahapan model data logic telah membuka aturan bisnis mengenai pengaturan attribute kunci primer dan attribute kunci tamu (foreign key). Pada bagian ini mengidentifikasi dua tipe tambahan mengenai attribute aturan bisnis :
-) menentukan domain (paksaan pada nilai-nilai yang valid dimana satu attribute diamsusikan) seperti tipe data, panjang, format, keunikan, dukungan boleh kosong (null support), batasan nilai, nilai setting awal (default value) dan arti/keterangan atribute.
-) Menentukan operasi pemicuan (triggering operation), aturan ini mengatur efek dari operasi penyisipan (insert), penghapusan (delete) dan pembaharuan (update) pada entity lain atau antar attribute dalam satu entity yang sama.
  1. integrasi pandangan pemakai
Akhir dari perancangan model data logika adalah menggabungkan beberapa pandangan pemakai dalam satu model data logika yang terkonsolidasi.
-) Menggabungkan pandangan-pandanga npemakai, mendefinisikan eberapa fungsi bisnis atau mungkin beberapa group pemakai yang berbeda dalam satu model.
-) Integrasikan dengan model data yang telah ada
-) Analisis untuk kestabilan dan pertumbuhan
Pengembangan dari pola konseptual dengan menggabungkan model-model data logika, menyambungkan mereka, seperti mengidentifikasikan pemetaan antara setiap model data logika dan pola konseptual bisnis termasuk perbedaan dalam nama-nama, melakukan operasi-operasi pada pola konseptual untuk mendapatkan gagasan antara model data logika, interrelasi dari aturan-aturan bisnis. Keberadaan satu pola konseptual bisnis memungkinkan untuk memperoleh beberapa model data logika dan beberapa implementasi database yang konsisten antara satu denga lainnya yang diterapkan pada operasi bisnis menyeluruh, seperti ditangani oleh satu individu pemakai.
Comments
8 Responses to “Perencanaan Database”
  1. Djangkar_Boemi mengatakan:

    Hatur Nuhun…
    Good Artcl..

  2. fakhrurrazi mengatakan:

    anda kurang tliti

  3. fakhrurrazi mengatakan:

    anda kurang teliti

  4. ima mengatakan:

    nk tanya…
    apa maksud atribut bernilai tunggal??
    mhrap sgt ni

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] integrasi pandangan pemakai Akhir dari perancangan model data logika adalah menggabungkan beberapa pandangan pemakai dalam satu model data logika yang terkonsolidasi. -) Menggabungkan pandangan-pandanga npemakai, mendefinisikan eberapa fungsi bisnis atau mungkin beberapa group pemakai yang berbeda dalam satu model. -) Integrasikan dengan model data yang telah ada -) Analisis untuk kestabilan dan pertumbuhan Pengembangan dari pola konseptual dengan menggabungkan model-model data logika, menyambungkan mereka, seperti mengidentifikasikan pemetaan antara setiap model data logika dan pola konseptual bisnis termasuk perbedaan dalam nama-nama, melakukan operasi-operasi pada pola konseptual untuk mendapatkan gagasan antara model data logika, interrelasi dari aturan-aturan bisnis. Keberadaan satu pola konseptual bisnis memungkinkan untuk memperoleh beberapa model data logika dan beberapa implementasi database yang konsisten antara satu denga lainnya yang diterapkan pada operasi bisnis menyeluruh, seperti ditangani oleh satu individu pemakai. sumber dari http://krida85.wordpress.com/2008/04/11/perencanaan-database/ […]



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: