Yuk, Menyusun Laporan Keuangan Pribadi

Bulan telah memasuki angka 12. Berarti, perjalanan kita di tahun 2007 akan segera berakhir. Setiap perusahaan sudah mulai menutup semua kejadian di tahun 2007 dan memulai persiapan memasuki tahun 2008. Untuk yang mencapai target yang telah ditentukan di awal tahun, beberapa perusahaan merasa mungkin ini saatnya berpesta dan mensyukuri keberhasilan tersebut. Namun, bagi yang belum berhasil, kegagalan ini adalah cambuk untuk mencapai target baru di tahun mendatang.

Bagaimana dengan Anda sebagai pribadi? Sebagai perencana keuangan, saya akan bertanya bagaimana semua target keuangan Anda? Bagus atau jelek? Kalau kita pakai istilah di dunia pendidikan, bagaimana rapor keuangan Anda di tahun 2007 ini? Apakah nilainya biru semua atau ada merahnya?

Rapor keuangan 2007 sebetulnya bisa Anda ukur dengan membentuk bermacam nilai dan pendekatan. Namun, untuk sederhananya, kita bisa menilai dari empat hal pokok. Yakni, pengelolaan penghasilan, pengelolaan utang, pengelolaan investasi, dan pengelolaan proteksi.

– Pengelolaan penghasilan

Mari kita kupas yang pertama. Bagaimana menurut Anda pengelolaan penghasilan Anda di tahun 2007?

Pada dasarnya, keberhasilan pengelolaan penghasilan dapat dilihat dari seimbangnya pemasukan dan pengeluaran. Bila pemasukan Anda sudah bisa untuk meng-cover pengeluaran bulanan Anda, maka pengelolaan keuangan Anda bernilai biru.

Contohnya begini. Jika penghasilan Anda adalah Rp 5 juta per bulan, maka sudah sewajarnya bila pengeluaran Anda tidak boleh lebih tinggi dari penghasilan bulanan tersebut.

– Pengelolaan utang

Dalam pengelolaan penghasilan, tidak tertutup kemungkinan kita mengalami defisit. Dengan kata lain, penghasilan ternyata lebih rendah dari pengeluaran.

Dengan begitu, Anda harus mendapatkan tambahan aset yang tidak bisa Anda peroleh hanya dengan mengandalkan pemasukan bulanan. Kalau tak ada aset tambahan, alternatif jalan keluar adalah Anda mengutang.

Nah, utang ini bisa bernilai biru memenuhi dua hal.

1. Total cicilan bulanan lebih kecil dari 30% penghasilan Anda.

2. Total utang Anda bila dihitung dalam hitungan bulan di Desember ini tidak lebih besar dari 90% dari penghasilan Anda.

Sebagai contoh, Anda memiliki utang kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar Rp 150 juta selama 10 tahun. Sementara utang kartu kredit sampai Desember sebesar 8 juta. Dan, seperti contoh tadi, penghasilan Anda 5 juta sebulan. Maka, total cicilan yang harus Anda bayar harus lebih kecil dari Rp 1,5 juta.

Sementara, utang KPR dibulatkan menjadi (Rp 150 juta/10 thn /12 bulan) = Rp 1,25 juta. Jadi, total utang Anda di bulan Desember adalah adalah Rp 9,25 juta (Rp 8 juta + Rp 1,25 juta).

Berarti, dalam kasus tersebut, nilai pengelolaan utangnya adalah merah.

– Pengelolaan investasi

Investasi yang telah Anda lakukan di tahun 2007 juga perlu Anda nilai. Ada batas yang bisa menjadi sebuah standar bahwa investasi Anda di tahun 2007 berhasil ataukah tidak.

Standarnya adalah besaran inflasi. Kalau hasil investasi Anda di tahun 2007 lebih besar dari besaran inflasi maka investasi Anda bernilai biru. Namun, kalau sebaliknya, maka investasi Anda bernilai merah.

Inflasi tahun 2007 diperkirakan sebesar 7%. Jadi, bisa Anda nilai sendiri seberapa besar seharusnya investasi Anda.

Saya buatkan contoh lagi, Anda melakukan beberapa portofolio investasi. Dari tabungan dengan bunga 4% memberikan hasil bersih 3,2% setahun. Deposito Anda yang berbunga 6% memberi hasil 4,8% setelah kena sunat pajak. Sementara, hasil investasi 7%.

Maka investasi Anda masih bisa dikatakan bernilai biru.

– Pengelolaan proteksi

Selain ketiga hal tersebut, penilaian terakhir adalah keputusan proteksi yang telah Anda ambil. Anda harus membuat penilaian apakah proteksi itu baik ataukah tidak.

Dalam asuransi jiwa, proteksi diukur dengan adanya nilai uang pertanggungan. Uang pertanggungan tersebut harus bisa meng-cover kebutuhan minimal orang yang menerima manfaat apabila terjadi risiko pada Anda.

Misalnya saja, uang pertanggungan asuransi Anda, bila diinvestasikan ke produk dengan hasil pasti dan risiko terendah bunganya, itu hasilnya harus bisa untuk memenuhi kebutuhan minimal keluarga yang ditinggalkan.

Misalnya, kebutuhan keluarga per bulan adalah Rp 2 juta. Bunga deposito sebagai investasi dengan hasil pasti dan aman saat ini misalnya 6% per tahun atau 0,5% per bulan. Maka, besar uang pertanggungan yang sebaiknya dimiliki adalah sebesar Rp 400 juta. Ini tanpa menghitung pajak.

Nah, dengan rambu-rambu itu, bagaimana rapor keuangan Anda di 2007 ini? Selamat berhitung.

majalah kontan

Comments
2 Responses to “Yuk, Menyusun Laporan Keuangan Pribadi”
  1. MHANE mengatakan:

    tolong krimin aku proposal laporan keuangan beserta n berapa harganya

    tq

  2. adhit mengatakan:

    Hmm..

    sebenernya untuk membuat sebuah laporan keuangan pribadi yang bagus kita harus secara rajin mencatat semua arus keluar masuk uang. Nah masalahnya seberapa banyak orang yang sudah secara rajin / disiplin melakukan hal tersebut ?

    -adhit-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: