Raja Animasi dari Pasar Baru

Oleh : Firdanianty dan Tutut HandayaniLewat animasi, Castle Production mampu menembus pasar mancanegara. Bagaimana liku-likunya?

Gedung bercat cokelat muda itu bentuknya mirip sebuah puri abad pertengahan. Pintu utamanya terlihat tinggi dan kokoh, dengan sapuan warna cokelat tua. Siapa pun yang melihatnya, mungkin mengira ini peninggalan orang Belanda. Atau, milik salah seorang kerabat kerajaan Inggris. Dugaan yang benar-benar keliru. Yang benar, gedung bergaya Victoria yang terletak di kawasan Pasar Baru Timur, Jakarta Pusat ini adalah kantor Castle Production (CP). Perusahaan yang memproduksi film animasi ini bisa dikatakan berpenampilan imaginatif. Dengan melihat gedungnya, diharapkan orang akan langsung mengira bahwa di dalamnya tersimpan jiwa-jiwa kreatif.

Sebagaimana dunia imajinasi yang ada di dalam benak anak-anak, seperti itu pula kesan yang ingin diperlihatkan CP. Semakin ke dalam, kita seakan-akan dibawa ke abad pertengahan, seperti di zaman kerajaan King Arthur dan Lancelot dengan Ksatria Meja Bundar-nya yang sangat terkenal itu. General Manager CP, Maria Tjihin, yang ditemui siang itu, pun duduk di kursi tinggi seperti yang biasa dipakai raja-raja zaman dahulu. Kursi berukiran ini terletak di ujung meja kayu berwarna cokelat gelap yang sangat panjang. Tersampir di dinding, sebuah perisai lengkap dengan pedang yang terkesan tajam. Bedanya, di ruangan ini ada sentuhan modern yang pasti tak dijumpai di puri-puri zaman dulu: sebuah televisi berukuran 29 inci, air conditioner, dan white board.

”Nama Castle diambil karena pendirinya suka dengan nama itu. Tidak ada alasan lain,” ungkap Maria memulai. Di awal berdirinya, tahun 1996, Castle lebih banyak terlibat dalam pembuatan berbagai macam company profile. Seiring dengan booming-nya bisnis properti, Castle mengembangkan diri membuat iklan animasi untuk beberapa proyek properti. Tak disangka, permintaan animasi untuk pemasaran properti terus bertambah sehingga manajemen memutuskan menambah jumlah tim animasi. ”Inilah sebabnya, mengapa Castle akhirnya fokus pada bisnis animasi,” kata Maria.

Empat tahun berjalan (tahun 2000), CP berkenalan dengan seorang produser asal Amerika Serikat. Saat itu, produser dari rumah produksi Sunny Side-Up sedang mencari mitra untuk proyek pembuatan video dokumenter bertema antinarkoba. ”Dia bertanya pada kami, apakah punya pengalaman membuat film seri animasi? Saat itu kami jawab: belum,” ujar Maria mengisahkan. Kendati belum memiliki pengalaman membuat animasi, sang produser tidak berhenti mengajaknya. Untuk kerja sama ini, dijelaskan Maria, pihaknya harus melalui proses uji coba yang memakan waktu. ”Ketika diujicobakan, CP di-challenge untuk membuat animasi 3D. Lucunya, setelah lolos tes, pekerjaan perdana yang diberikan produser itu adalah membuat CD animasi 2D sebanyak 13 episode,” paparnya seraya tersenyum.

Sejak itu CP memutuskan untuk fokus pada bisnis animasi 2D. Diakui Maria, saat itu sudah ada beberapa pemain sejenis, baik di Bandung maupun Jakarta. Sementara pemain yang fokus di bisnis animasi 3D masih bisa dihitung dengan jari. Contoh produk animasi 3D yang ada saat itu antara lain berupa logo atau simbol. Maria yakin, CP mampu membuat animasi 3D. Hanya saja, ketika itu pihaknya belum pernah terlibat dalam proyek apa pun.

Di lain pihak, manajemen melihat, di Indonesia belum ada perusahaan yang fokus pada produksi TV atau video seri animasi 3D. CP menganggap ini kesempatan emas yang harus diambil jika ingin tembus ke pasar internasional. Terlebih, sudah ada tawaran dari AS. Jadi, “Kenapa kami tidak coba saja?” Maria berujar.

from majalah swa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: