Aksi Keluarga Kanadi Menguasai Pasar Honda

Diam-diam, Kanadi berhasil mengguritakan jaringan keagenan dan pembiayaan sepeda motor Honda tak hanya di wilayahnya – Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta – tapi juga ke seluruh Indonesia. Apa strategi suksesnya hingga berhasil menggelontorkan kredit motor Rp 1 triliun di akhir 2007?

Bagi pengendara sepeda motor di Ja-Teng dan sekitarnya, nama N55 atau NSS tentu tak asing lagi. Kalau pun tidak mengenalnya, paling tidak sering membaca di jaket para pengguna sepeda motor yang berseliweran di sepanjang jalan di kota-kota. Ya, NSS – singkatan dari Nusantara Surya Sakti, perusahaan keagenan sepeda motor Honda – memang salah satu pemain terbesar keagenan sepeda motor Honda saat ini. Ia tak hanya besar di Ja-Teng dan DIY, bahkan di berbagai wilayah di Indonesia seperti Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Ambon, Nusa Tenggara Timur sampai Kupang.

Adalah Amo Hartanto Kanadi dan istrinya Hartuti, sejoli yang berada di belakang NSS. Awalnya, mereka hanya memiliki sebuah toko kecil bernama Nusantara yang menjual berbagai merek motor seperti Dukati, Vespa, Suzuki, Yamaha dan Honda, yang berlokasi di Jl. Mataram 147 Semarang (kini Jl. M.T. Haryono 277 – Red.) 45 tahun silam. Kanadi yang saat itu berusia 29 tahun juga menjadi agen langsung sebuah perusahaan importir yang ada di Jakarta. Tahun 1969, ia ditunjuk menjadi main dealer oli Castrol.

Tujuh tahun pertama, tidak ada yang istimewa dari perjalanan bisnis mereka. Keadaan berubah ketika sepeda motor yang diageni Astra International masuk ke Indonesia, dan Astra menjadi Agen Tunggal Pemegang Merek tahun 1970. Toko Nusantara ditunjuk sebagai main dealer wilayah Ja-Teng dan DIY. Konsekuensinya, toko ini pun berganti nama, dan badan usaha yang semula bernama UD Nusantara menjadi PT Nusantara Sakti (NS). “Kami menerima tawaran Astra, karena ketika itu merek Honda sudah sangat kuat dan bisa diterima pasar,” ujar Henry Kanadi, Presiden Direktur Nusantara Sakti Group (NSG), yang sejak semasa SMP telah membantu orang tuanya sebagai tukang montir dan sopir.

Dijelaskan Henry, ketika itu bisnis penjualan sepeda motor memang belum banyak dikenal orang. Di Semarang saja, baru berdiri empat dealer. Honda dipegang NS dan Jaya Abadi, sedangkan dua dealer lain memegang merek Yamaha.

Sejak penunjukan itu, NS langsung melakukan gebrakan yaitu tak hanya menjual secara tunai tapi juga kredit. Penjualan kredit ini merupakan langkah yang berani, karena saat itu kredit belum dikenal dalam penjualan sepeda motor di Indonesia. Untuk melakukan alternatif penjualan ini NS menggandeng lembaga perbankan guna membiayai, yaitu BPD Ja-Teng. Belakangan, NS juga menggandeng Bank BNI yang masih terus terjalin hingga kini. Terobosan ini berdampak positif bagi NS. Pertumbuhan penjualan perusahaan terbilang cepat.

Tahun 1977 menjadi periode penting dalam perjalanan bisnis NS. Di tahun itu, NS ditunjuk menjadi main dealer suku cadang asli Astra, dan main dealer Oli Federal wilayah Ja-Teng. Sayangnya, pada tahun yang sama status main dealer sepeda motor Honda diambil alih kembali oleh Astra, sehingga status NS diubah menjadi dealer untuk 7 kota di Ja-Teng. Maklum ketika itu, Astra memang mulai gencar membuka showroom sendiri untuk mennjual langsung sepeda motornya.

Singkat cerita, NS terus berkembang menjadi dealer Honda yang cukup diperhitungkan. Pertumbuhannya sangat cepat. Pada 1985, NS telah memiliki 11 dealer yang tersebar di Ja-Teng dan DIY, seperti Cilacap, Kebumen, Purwokerto, Solo dan Yogya.

Comments
One Response to “Aksi Keluarga Kanadi Menguasai Pasar Honda”
  1. muhammad jamil mengatakan:

    Salam Hormat, Salam Senyum Kanggo Sedulur Kabeh
    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Perkenalkan, Saya H.M.Jamil,SQ,MPd ingin meminta dukungan Saudara dalam pemilihan Caleg DPR RI PPP 2009 Dapil Kebumen, Banjarnegara & Purbalingga.
    Semoga bermanfaat bagi kita semua.
    Salam Hangat buat Keluarga Anda
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: