"Entrepreneur" Ampuh Atasi Kemiskinan

Semangat kewirausahaan merupakan salah satu instrumen efektif untuk menghapus kemiskinan dan mengejar ketertinggalan sebuah bangsa. Sebab, para wirausaha atau entrepreneur selalu membuka lapangan kerja, bukan mencari kerja. Mereka efektif menyerap lonjakan jumlah penganggur yang menggelisahkan bangsa.

Usahawan Ciputra dan mantan Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia Djokosantoso Moeljono mengutarakan hal itu dalam kuliah umum pelatihan kewirausahaan Ciputra Foundation di Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (29/10/07) di Yogyakarta.

Ciputra dan Djokosantoso sama-sama melihat bahwa Indonesia sudah terlalu lama tertinggal dari negara lain. Ketertinggalan itu antara lain berwujud kemiskinan dan kemelaratan. Untuk mengejar ketertinggalan itulah, pelatihan kewirausahaan tersebut digelar.

Berlangsung tiga bulan, pelatihan yang diikuti 29 peserta itu merupakan kerja sama Pascasarjana UGM dengan Yayasan Ciputra Entrepreneur. Pelatihan serupa akan dilakukan di sejumlah kota besar di Indonesia. Tujuannya mencetak wirausaha-wirausaha baru yang memiliki kultur, etos, dan watak baik.

Baik Ciputra maupun Djokosantoso juga menyadari, sebagian rakyat Indonesia berpendidikan rendah. Sebagian di antara mereka bekerja di luar negeri sebagai pekerja bangunan, pembantu rumah tangga, perawat, atau pekerja kebersihan. Ini menyebabkan citra Indonesia kurang baik, bahkan dipandang sebagai bangsa dengan tenaga kerja kurang bermutu.

Dikhawatirkan, jika dibiarkan berlarut, kemiskinan dan ketertinggalan itu akan mengarah ke tindakan negatif. Dengan pelatihan kewirausahaan, diyakini akan muncul insan-insan yang memiliki motivasi untuk maju dan berjiwa inovator. Kewirausahaan akan memindahkan rakyat ke wilayah yang jauh lebih subur dan menyenangkan. Kalau ini terjadi, berarti penganggur dikurangi dan kegelisahan atas meningkatnya angka pengangguran menjadi berkurang.

Atas latar belakang itu, Ciputra dan Djokosantoso menyatakan pendidikan kewirausahaan penting dilakukan. Lebih banyak pendidikan semacam ini lebih baik karena akan membuat para wirausaha mempunyai landasan moral, pengetahuan, motivasi dan keterampilan.

“Sudah saatnya kita berbicara dalam tataran konkret. Kita letih kalau hanya omong-omong saja,” ujar Ciputra seperti dilaporkan Kompas yang terbit di Jakarta, Selasa (30/10). “Kalau mereka mau, mereka bisa menjadi pengusaha unggul dan taktis,” tambah dia.

Jika harapan tersebut terwujud, Ciputra yakin dalam 25 tahun mendatang Indonesia bisa terbebas dari kemiskinan dengan peningkatan jiwa kewirausahaan. Pemerintah diharapkan juga ikut memberikan dukungan, baik dalam bentuk pendanaan maupun motivasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: