Bakmi Mie-Kita Janjikan Untung Jangka Panjang

jakarta. Siapa yang tak kenal dengan makanan bakmi. Makan?an ini sangat mudah ditemukan di berbagai sudut daerah. Dari rumah makan mewah sampai pedagang kaki lima banyak yang menjajakan menu ini. Boleh di?bilang, bakmi adalah menu po?puler rakyat Indonesia selain bakso dan nasi goreng.
Tak heran jika rezeki dari bakmi tak pernah habis. Itu pula sebabnya banyak tawaran ke?mitraan dan waralaba bisnis makanan yang satu ini.
Salah satunya adalah Bakmi Mie-Kita. Sejak berdiri pada 1993 silam, usaha milik Petrus Puspo Sutopo ini sukses menju?al waralaba. Saat ini, ada 17 outlet Mie-Kita yang tersebar di berbagai daerah. Selain di Ja?karta, gerai waralabanya ada juga di Surabaya, Balikpapan, dan Pontianak.
Peluang bisnis mi, menurut Petrus, cukup besar. “Omset tiap outlet Mie-Kita bisa menca?pai Rp 20 juta sampai Rp 30 juta per bulan,” ungkapnya. Padahal, ketika merintis outlet pertama?nya dulu, Petrus cuma bermodal Rp 4,5 juta dengan tiga karya?wan. Sekarang, dengan 17 out?let, Mie-Kita mempekerjakan sekitar 280 karyawan.
Sebelum mengibarkan Mie-Kita, Petrus lebih dulu membuat Bakmi Majapahit. Ia juga mem?buka usaha serupa di Taman Safari, Cisarua, Bogor dengan nama Bakmi Safari 88. Pada 1999, Petrus memutuskan mele?bur semuanya dengan satu me?rek: Bakmi Mie-Kita. Keunggul?an yang dia tawarkan adalah 27 menu bakmi.
Sejak diwaralabakan tiga ta?hun silam, Petrus mengaku pe?minatnya cukup besar. Tapi, ia cenderung membatasi dengan membuka tiga outlet baru tiap tahun. “Bila saya tidak selektif, jumlahnya bisa ratusan. Setiap tahun, ada 50-an calon franchis?ee yang mendaftar,” katanya.
Bakmi Mie-Kita menawarkan tiga paket waralaba untuk jang?ka waktu lima tahun. “Untuk ta?hun keenam dan selebihnya, franchisee harus mengulangi perjanjian dari awal,” ungkap Petrus. Namun, terwaralaba akan diberi kemudahan berupa pengurangan nilai franchise fee sebesar 20% dari nilai awal.

Setahun balik modal

Paket pertama adalah Paket Food Court. Nilai investasinya sekitar Rp 47 juta hingga Rp 50 juta. Franchise fee-nya Rp 25 juta. Lewat paket ini mitra su?dah mendapat satu koki dan satu pembantu, pelatihan, sera?gam, brosur, buku nota, dan perlengkapan lainnya.
Kedua, paket mini resto. Nilai investasinya sekitar Rp 80 juta dengan franchise fee Rp 30 Juta. Sedangkan paket ketiga adalah paket Resto dengan investasi lebih dari Rp 100 juta. Franchise fee untuk paket ini Rp 35 Juta.Investasi cukup besar karena Petrus harus menanggung pula penyediaan meja kursi, setting tempat hingga menyediakan koki dan pelayan.
Petrus mengenakan manage?ment fee sebesar Rp 500.000 per bulan untuk semua paket. “Setiap terwaralaba wajib mem?bayar royalty fee dihitung dari omset. Paket pertama, sebesar 3%, paket kedua 3,5% dan paket ketiga 4%,” kata Petrus.
Namun paket-paket itu tak termasuk investasi tempat. Ter?waralaba menyediakan tempat?sendiri. “Kecuali untuk paket pertama karena tempatnya di mal-mal,” kata Petrus.
Setiap paket hasil investasi?nya berbeda. Namun, Petrus menjanjikan semakin besar in?vestasi, omset terwaralaba juga semakin besar. Dalam hitungan?nya, paket pertama akan men?datangkan omset Rp 30 juta per bulan. Untuk paket kedua, Rp 45 juta per bulan, dan paket ke?tiga Rp 75 juta per bulan.
Petrus yakin dengan target omset ini sekitar 10-12 bulan sudah akan balik modal. Untuk menjamin kesuksesan itu Petrus bertanggung jawab untuk meng?garap pasar agar pengunjung datang. “Kami beriklan dan me?nyebar brosur,” ungkapnya.
Hendra Leonardi yang baru saja mengambil waralaba Bakmi Mie-Kita di kawasan Kelapa Ga?ding mengaku puas. Belum ge?nap sebulan, pengunjungnya banyak. “Lebih dari 50 pengun?jung datang tiap hari,” katanya

Comments
One Response to “Bakmi Mie-Kita Janjikan Untung Jangka Panjang”
  1. David Z.Sembiring mengatakan:

    Saya ingin mendapatkan informasi seluasnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: