Pegawai Yg Punya Karyawan

Mengawali sharing ini hanya satu kata yang dapat saya ucapkan, “Alhamdulillah”… Dalam rangka mengimplementasikan ayat terakhir surat Ad-Dhuhaa yang artinya, “Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan/sebutkan”, walaupun saya jarang posting di milis, tapi kali ini saya paksakan diri untuk menyebut-nyebut kenikmatan ini pada milis tercinta. Milis dimana sebenarnya merupakan sebuah jaringan kerja, dan milis yang “membakar” motivasi saya untuk menjadi tangan di atas.

Bulan maret ini adalah bulan yang berkah bagi saya, karena bulan ini saya melakukan double action. Saya beranikan diri untuk membuka counter chicken & burger dengan modal pas-pasan yang berasal dari gaji yang saya dapat dan dari sebagian keuntungan bisnis baju renang muslimah saya. Proses pencarian karyawan (saya menyebutnya rekan kerja) inipun cepat, dibantu oleh tetangga saya yang mensurvey orang-orang “pengangguran” yang ingin bekerja dengan jujur, langsunglah saya ajak mereka sebagai tim untuk menjadi juru masak dan penjaga counter saya. Setelah beberapa lama menjalankan bisnis ini bersama istri seorang diri, maka pada bulan ini, resmilah saya menjadi pegawai yang punya karyawan.
Sebagai amphibi, saya mempunyai dua perasaan. Perasaan senang ketika menerima gaji dari kantor, dan perasaan sangat senang ketika bisa menggaji orang. Walaupun baru punya dua karyawan, tetapi saya bersyukur telah membantu mereka dalam mencari nafkah untuk keluarganya.

Memang untuk hidup di “dua alam”, kita tidak fokus dalam mengekspresikan diri, bisa-bisa karir tidak bagus dan juga bisnis malah merugi. Akan tetapi, untuk mengeliminir itu semua, saya percayakan istri tercinta untuk mengurus operasional sehari2 sementara saya tetap bekerja di kantor.

Oleh karena itu, saya punya “big dream”, yaitu: akan menjadi orang yang pertama kali mendaftar jika ada program pensiun dini dari perusahaan sekarang. Setelah kasak kusuk mencari informasi dikantor, dalam dua tahun mendatang akan ada program pensiun dini. Mudah-mudahan disetujui, sebab dalam program pension dini kemarin, salah satu syaratnya adalah usia tertentu dan pengalaman kerja minimal 5 tahun. Oleh karena masa kerja saya belum mencukupi, dan usia masih tergolong “muda” (itu menurut mereka lho, bukan kata saya), jadi saya tidak bisa mengikuti program tersebut. Setelah pensiun dini saya akan fokus membesarkan bisnis saya seperti besarnya bisnis Pak Haji Alay.

Untuk yang “memajukan diri” (pensiun) tahun ini, seperti Pak Eko June, Pak Hadi, Pak Yoyok, dan action members lainnya ,selamat atas pilihan Anda, semoga sukses. Doakan agar saya menyusul Anda…

Demikian sharing pertama saya, mudah2an ada kesempatan untuk bisa sharing lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: