Ke Jakarta, Anak Muda Itu Mencari Jawaban

“Kalau dari Blok M naik apa ke tempat bapak?”, demikian bunyi SMS anak muda itu kemarin.

Saya bingung juga menjawabnya. Saya tidak hapal jurusan angkutan umum di Jakarta ini.

“Pokoknya, naik aja yang melewati pasar Kebayoran Lama, kemudian naik lagi angkot bla..bla..bla”, jawab saya sedikit ragu.

Akhirnya ia pun sampai di tempat saya, meskipun sempat terlewat dan saya pun kesulitan membimbingnya menuju lokasi kantor saya.

Demikianlah usaha Fauzan, anak muda asal Surabaya yang kemarin mengunjungi kantor saya.

Ia adalah member TDA asal Surabaya yang datang ke Jakarta dengan tujuan menghadiri Pesta Blogger tanggal 27 Oktober lalu sekaligus Halal Bi Halal TDA Sabtu besok di Omah Sendok.

Fauzan mengelola Pernik Muslim, sebuah toko online yang menjual ragam pernik keperluan muslim seperti buku, kaset, pakaian, Al Quran digital dan sebagainya.

Saya salut dengan semangat dan kegigihan anak muda berusia 21 tahun yang masih kuliah tapi sudah menikah dan dikaruniai 2 anak ini. Mungkin ini salah satunya berkat inspirasi dari sang kakak ipar, Hendy Setiono yang sukses dengan franchise Kebab Turki Baba Rafi itu.

“Kenapa tidak mengikuti jejak Mas Hendy saja?”, selidik saya penasaran.

“Bisnis saya beda dengan Mas Hendy”, jawabnya.

Makanya ia datang ke Jakarta menemui dan belajar para pebisnis online seperti Nukman Lutfie, Ollie, dan saya.

Menurut saya, prinsip bisnis itu sama saja. Tidak beda antara online dan offline. Saya sendiri waktu memulai Manet secara online sama sekali buta dengan cara-cara pemasaran online. Waktu itu saya tidak kenal istilah internet marketing dan sebaginya itu. Saya memulainya secara otodidak saja. Ilmu saya adalah ilmu offline yang kemudian saya pakai di online.

Prinsip bisnis di mana-mana sama saja. Kita harus menciptakan nilai (value) yang kemudian difaktorkalikan atau diungkit (leverage) dan akhirnya menghasilkan profit dan kekayaan. Itu saja.

Para pebisnis sukses itu semuanya menyadari hal ini. Mereka menciptakan nilai itu dan kemudian difaktorkalikan. Nah, prinsip itulah yang harus anda pelajari dari sang kakak, meski pun bisnisnya berbeda.

Saya sendiri kagum dengan Mas Hendy ini. Saya memperhatikan perjalanan bisnisnya dari awal. Waktu itu kami pertama kali bertemu di sebuah acara kopi darat sebuah mailing list.

Ia memperkenalkan dirinya dan bisnisnya dan mengatakan bahwa ia ingin belajar dari saya. Ia mengenal saya dari seminar-seminarnya Pak Tung Desem Waringin. Memang, Pak Tung kerap menceritakan kisah saya dan Manet Busana Muslim di setiap seminarnya. Ya, karena saya adalah murid pertama dan mungkin “kesayangannya”. Hehehe… ge-er deh saya…

Begitulah yang dilakukan oleh Mas Hendy ini. Setiap ke Jakarta ia selalu menemui orang-orang yang dianggapnya berhasil dan ia kemudian belajar dari mereka. Seminar Pak Tung pun telah diikutinya lebih dari 20 kali.

Saya ingin mengatakan kepada anak muda penuh semangat ini, bahwa ia sudah begitu dekat dengan sumber sukses itu, yaitu kakaknya.

Saya memberi contoh adik sepupu saya, Yano Irano. Ia adalah keponakan dari Alfi Hendry, pebisnis sukses di bidang outdoor and safety equipment yang akan hadir sebagai bintang tamu di Halal Bi Halal TDA besok.

Awalnya Yano banyak membantu pamannya mengelola bisnisnya. Kabarnya, Yanolah yang membantu Alfi saat mulai merintis import barang dari Eropa.

Sekarang, Yano sudah berdiri sendiri dengan bisnisnya yang juga berbasis hobi, yaitu membuka toko Maestro yang menyediakan perlengkapan bela diri, khususnya tae kwon do.

Saya pun mengajak Fauzan berkunjung ke tokonya yang cukup megah yang tidak jauh dari kantor saya. Aroma sukses telah tercium dari tokonya ini. Semua itu saya yakin salah satunya adalah berkat pembelajaran yang diperolehnya dari sang paman.

Yano adalah salah satu contoh sukses dari pembelajaran a la magang dengan keluarga ini. Beberapa contoh juga saya sebutkan. Pak Haji Ali, sesepuh TDA juga telah menghasilkan banyak orang sukses dengan cara seperti ini.

Sekali lagi, saya terkesan dengan semangat dan kegigihan Mas Fauzan yang datang jauh-jauh dari Surabaya untuk belajar ini. Ini adalah salah satu bekal yang akan membawanya ke tangga sukses: mau bertanya dan belajar dari siapa saja.

“Siapa lagi member TDA yang bisa saya datangi Pak?” tanyanya.

Saya sebutkan beberapa nama. Di Halal Bi Halal besok, insya Allah berkumpul para member yang cukup sukses itu. Silakan berkenalan dan bertanya di saja, jawab saya.

Dan satu hal lagi yang perlu diingat, seperti pesan sang kakak: “Jangan pernah menyerah!”

Salam FUUUNtastic!
Jangan Pernah Menyerah!

Wassalam,

Comments
One Response to “Ke Jakarta, Anak Muda Itu Mencari Jawaban”
  1. acha mengatakan:

    saya seorang taekwondoin asal padang…saya berniat membeli peral taekwondo produk maestro….pa bisa pembelian online……blz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: