Dari Pasar Kemis, Kini Mendominasi Dunia

Tanpa bekal keahlian di bidang agar-agar, PT Agarindo Bogatama akhirnya berhasil menjadi produsen dan pemasok tepung agar-agar terbesar kedua di dunia. Inilah perjuangan selama 36 tahun membesarkan Swallow Globe Brand.

Gemercik air mancur yang memancar di kolam depan pabrik Agarindo Bogatama (AB) di kawasan Pasar Kemis, Tangerang, terasa menyejukkan. Pabrik ini jauh dari kesan suram dan kaku yang biasanya menjadi pemandangan umum pabrik-pabrik di kawasan industri. Sebuah meja berisi dupa dan sesajen untuk berdoa yang biasa dilakukan penganut Budha tepat berada di depan pintu masuk ruang tamu di pabrik yang bersih dan apik itu. Ada foto besar Megawati Soekarnoputri di dinding ruang tamu. Mantan presiden wanita Indonesia itu memang pernah datang ke sana karena AB adalah penerima penghargaan Siddhakertia pada 7 Agustus 2002 dari Menristek yang diserahkan Megawati. Penghargaan ini berkenaan dengan Implement Advanced Technology in the Agriculture Industry.

Penghargaan ini tentu saja tak berlebihan jika menilik sejarah keberadaan AB. Perusahaan yang didirikan pada 1971 oleh Efendy Tjoeng (64 tahun) ini merupakan perintis produksi agar-agar secara modern di Indonesia. Ia sendiri sebenarnya tak punya keahlian apa-apa yang berkaitan dengan agar-agar. Pria kelahiran Medan, Sumatera Utara ini hijrah ke Jakarta pada 1969. Pekerjaannya mengurusi surat-surat impor di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Karena pekerjaan inilah ia kerap ke luar negeri, di antaranya ke Jepang. Mitranya asal Jepang kerap menjelaskan kepadanya tentang manfaat rumput laut dan ia pun membaca hasil riset tentang produk ini. “Ternyata, banyak sekali manfaat rumput laut untuk kesehatan, antara lain bagus untuk percernaan,” ujar Efendy. Selain ingin memanfaatkan potensi rumput laut yang banyak terhampar di berbagai wilayah Indonesia, ia juga melihat saat itu (tahun 1971) tak ada pabrikan agar-agar dalam bentuk tepung di Tanah Air.

Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam, Jana Anggadiredja, mengungkapkan Efendy tergolong smart dalam mengembangkan usaha ini. Meskipun tak punya keahlian mengembangkan produksi ini, bukan kendala baginya. Efendy mengimpor tepung agar-agar dari Algas Marinas asal Cile, dan Inafood Co. Ltd. asal Jepang, serta mengemasnya sendiri di pabriknya yang seluas 22 x 18 meter di Pluit, Jak-Ut. Nama perusahaannya pertama kali, PT Dunia Bintang Walet (DBW). Dan, sejak 1971 merek yang digunakan adalah Swallow Globe Brand. “Supaya lebih variatif ia memberikan beragam warna seperti merah, hijau, cokelat dan putih,” ujar Jana, yang juga aktif di LSM Masyarakat Rumput Laut Indonesia.

Merintis pasar tepung agar-agar di Tanah Air di tahun 1971 tidaklah mudah. Efendy yang saat itu berusia 38 tahun terjun ke pasar-pasar secara langsung untuk menawarkan Swallow Globe Brand. “Sulitnya bukan main, setengah mati. Bahkan kami mendapat banyak fitnah, antara lain produk kami dikatakan beracun karena berwarna,” katanya mengenang. Namun, ia tak peduli dengan fitnah itu. “Kami tidak masalah. Jika ada racunnya, cek saja. Jika kami benar, apa pun kami tidak takut,” ujar pria pekerja keras ini tegas.

Pada 1972, DBW meluncurkan merek berikutnya yang harganya lebih murah: Swallow Star. Kemudian disusul dengan kehadiran Swallow Matahari, Swallow Rumput dan Swallow Lili pada 1980-an. “Kami meluncurkan merek-merek ini untuk mengepung pasar, dan menawarkan produk yang lebih terjangkau,” ujar Anthonio, Direktur Pengelola PT Agarindo Bogatama (AB) yang merupakan holding company DBW.

Comments
5 Responses to “Dari Pasar Kemis, Kini Mendominasi Dunia”
  1. V.Gyanto Winata D.I. mengatakan:

    Awal sejarahnya sangat menarik, seperti yang kami alami saat ini. Memasarkan Produk yang baru memang membutuhkan perjuangan extra.
    Saat ini kami sedang memasarkan GROMAX high performance Filter granulate, untuk Filter Air, Udara, Gas, dll.
    Bila dimungkinkan kami ingin belajar lebih detail dari Bapak Efendy Tjoeng.
    Terima kasih
    Winata

  2. Rasyadt abi mengatakan:

    Banyak ribuan terimakasih kepada bapak Ependi,karena atas perjuangannya kami dapat hidup lebih baik.semoga pt.agarindo boga tama selalu jaya.

  3. Rasyadt abi mengatakan:

    Banyak ribuan terimakasih kepada bapak Ependy,karena atas perjuangannya kami dapat hidup lebih baik.semoga pt.agarindo boga tama selalu jaya.

  4. Indra mengatakan:

    Sayang bokap gw pak haji marino ngundurin diri karena tingkah semena-mena anak2 dr pak efendy yg trllu diktator ga brpihak ke karyawan.
    Drpd makan hati berdebat yg ga da jalan keluar’a,dg besar hati bokap ngundurin diri

  5. Indra mengatakan:

    Zaman bokap gw msih pny peranan di sana ,alhamdulilah smw karyawan dpt hidup dg layak, kesehatan dijamin . . .
    Sekarang Boro – Boro ,
    kata bokap gw perusahaan diindonesia belum ckup matang tuk ngikutin kebijakan2 anak2 pak efendy yg condong ke barat2an
    bokap gw pernah bantu perusahaan menangin gugatan dg perusahaan tiruan di surabaya atas nama hak paten Agar-agar, akhr’a bokap yg ngewakilin P.T AGARINDO BOGATAMA(dulu Dunia Bintang Walet) Menang nd bokap dijanjiin Rumah
    TP BUKTI’A NIHIL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: